[DREABBLE] I’m phsyco?

DON’T BE SILENT READERS

The story–

Awal kisah Sebuah seseorang masuk kedalam sebuah rumah yang tampak begitu gelap. Dengan gelagat mencurigakan ia berjalan masuk, berjalan menuju sebuah ruang kecil yang berisikan sepasang kasur dan lemari.

Tangannya bergerak menuju kantung celana belakangnya. Dengan berlahan, ia mengeluarkan sesuatu yang berkilat tajam.

Mengendap-endap menuju kasur yang terbaringkan seorang gadis manis tengah tertidur pulas.

Dengan cepat ia mengarahkan benda tajam tersebut ke kepala sang gadis. Darah mengalir deras diatas kasur. Mata gadis itu terbuka lebar bagaikan bola matanya hendak keluar dari tempat seharusnya.

Sosok itu mengeluarkan tetesan air mata. Terpancar dari matanya sebuah ppenyesalan dan rasa iba.

“Seharusnya kau menerimaku”

Kata-kata itu sangat dalam dan memiliki banyak arti dengan kejadian semua ini.

Pisau yang tertancap dikepala sang sang gadis ditarik kembali. Tangan yang satunya lagi digunakan oleh sosok tersebut untuk menarik gadis itu keluar dari kamar. Darah mengikuti jejak perjalanan itu.

Latar berganti disebuah tempat yang berair, gadis itu dimasukkan kedalam sebuah bathub.

Retina mata sosok tersebut masih memancarkan kesenduan. Dengan berlahan ia mengelus lembut pipi gadis tersebut dan mengecupnya.

“Maafkan aku Tae hee, aku benar benar membutuhkanmu.”

Lalu ia menghidupkan kran air, merendam tubuh taehee dengan air hingga seleher gadis malang itu.  Memasukkan sesuatu bahan kimia kedalam air itu.

Skip

Rumah yang sama, tempat kejadian pembunuhan mengerikan. Kini tampak normal dengan cahay lampu dan kehidupan disana.

Sosok itu tengah berada dimeja makan. Tengah makan bersama seorang gadis manis yang berada tak jauh dari ia duduk. Tetapi gadis itu hanya menatap datar dan tidak menyentuh makanan didepannya. Gadis itu pucat pasi. Hanya tataaan rambut yang rapi, wajah yang dimake up, dan gaun yang indah membuat ia tampak cantik.

“Kenapa kau tidak memakan makananmu?” Sosok itu berhenti memakan makanannya dan menatap iba seperti tatapan sebelum-belumnya.

“Maafkan aku,aku tak dapat membuatmu hidup kembali”

The end

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s